SEKILAS INFO
  • 3 bulan yang lalu / Dalam menyambut Ramadan 1442 H, DKM Nursiah Daud Paloh mengadakan lomba Foto & Video, Lomba Ceramah Singkat, Lomba Adzan, Lomba Tilawah Quran
  • 4 bulan yang lalu / selamat datang di website NDP
WAKTU :

75. Al-Qiyamah (Hari Kiamat) القيٰمة

Terbit 16 March 2021 | Oleh : ndp | Kategori : Quran
75. Al-Qiyamah (Hari Kiamat)     القيٰمة

[[75 ~ AL-QIYAMAH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 40 ayat ~ Surat mulia ini berbicara tentang hari kebangkitan dan pembalasan yang akan ditemui seluruh umat manusia dengan segala kedahsyatannya. Kemudian surat ini memuat ihwal jaminan yang akan diberikan Allah kepada Rasulullah saw. bahwa Dialah yang akan mengumpulkan al-Qur’ân dalam dada Rasul. Lalu diutarakan pula mengenai ditolaknya mereka yang lebih menomorsatukan kehidupan dunia yang fana dengan mengabaikan kehidupan akhirat. Dibandingkanlah antara wajah orang-orang Mukmin yang berseri-seri dengan wajah orang-orang kafir yang muram tak bercahaya. Lalu dibicarakan pula mengenai hal ihwal orang yang tengah sekarat dan lalai menunaikan kewajiban serta menduga bahwa dirinya tidak akan menemui hari perhitungan. Surat ini diakhiri dengan memaparkan beberapa bukti yang menguatkan kebenaran hari kebangkitan.]] Aku bersumpah dan Kutegaskan sumpah-Ku ini demi kebenaran hari kiamat. Aku bersumpah dan Kutegaskan sumpah-Ku ini demi jiwa yang mencela pemiliknya akibat melakukan dosa dan kesalahan, bahwa kalian akan dibangkitkan setelah tulang belulang kalian dikumpulkan. Apakah manusia mengira–setelah ia Kami ciptakan dari ketiadaan–bahwa Kami tidak dapat mengumpulkan kembali tulang belulangnya yang hancur berserakan?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ

Verse 0, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

[[75 ~ AL-QIYAMAH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 40 ayat ~ Surat mulia ini berbicara tentang hari kebangkitan dan pembalasan yang akan ditemui seluruh umat manusia dengan segala kedahsyatannya. Kemudian surat ini memuat ihwal jaminan yang akan diberikan Allah kepada Rasulullah saw. bahwa Dialah yang akan mengumpulkan al-Qur’ân dalam dada Rasul. Lalu diutarakan pula mengenai ditolaknya mereka yang lebih menomorsatukan kehidupan dunia yang fana dengan mengabaikan kehidupan akhirat. Dibandingkanlah antara wajah orang-orang Mukmin yang berseri-seri dengan wajah orang-orang kafir yang muram tak bercahaya. Lalu dibicarakan pula mengenai hal ihwal orang yang tengah sekarat dan lalai menunaikan kewajiban serta menduga bahwa dirinya tidak akan menemui hari perhitungan. Surat ini diakhiri dengan memaparkan beberapa bukti yang menguatkan kebenaran hari kebangkitan.]] Aku bersumpah dan Kutegaskan sumpah-Ku ini demi kebenaran hari kiamat. Aku bersumpah dan Kutegaskan sumpah-Ku ini demi jiwa yang mencela pemiliknya akibat melakukan dosa dan kesalahan, bahwa kalian akan dibangkitkan setelah tulang belulang kalian dikumpulkan. Apakah manusia mengira–setelah ia Kami ciptakan dari ketiadaan–bahwa Kami tidak dapat mengumpulkan kembali tulang belulangnya yang hancur berserakan?

وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

Verse 1, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

[[75 ~ AL-QIYAMAH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 40 ayat ~ Surat mulia ini berbicara tentang hari kebangkitan dan pembalasan yang akan ditemui seluruh umat manusia dengan segala kedahsyatannya. Kemudian surat ini memuat ihwal jaminan yang akan diberikan Allah kepada Rasulullah saw. bahwa Dialah yang akan mengumpulkan al-Qur’ân dalam dada Rasul. Lalu diutarakan pula mengenai ditolaknya mereka yang lebih menomorsatukan kehidupan dunia yang fana dengan mengabaikan kehidupan akhirat. Dibandingkanlah antara wajah orang-orang Mukmin yang berseri-seri dengan wajah orang-orang kafir yang muram tak bercahaya. Lalu dibicarakan pula mengenai hal ihwal orang yang tengah sekarat dan lalai menunaikan kewajiban serta menduga bahwa dirinya tidak akan menemui hari perhitungan. Surat ini diakhiri dengan memaparkan beberapa bukti yang menguatkan kebenaran hari kebangkitan.]] Aku bersumpah dan Kutegaskan sumpah-Ku ini demi kebenaran hari kiamat. Aku bersumpah dan Kutegaskan sumpah-Ku ini demi jiwa yang mencela pemiliknya akibat melakukan dosa dan kesalahan, bahwa kalian akan dibangkitkan setelah tulang belulang kalian dikumpulkan. Apakah manusia mengira–setelah ia Kami ciptakan dari ketiadaan–bahwa Kami tidak dapat mengumpulkan kembali tulang belulangnya yang hancur berserakan?

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ

Verse 2, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Tentu, Kami akan mengumpulkannya kembali. Bahkan, lebih dari itu, Kami Mahakuasa untuk mengumpulkan jari jemarinya yang kecil secara sempurna seperti sediakala. Apatah lagi tulang belulang yang lebih besar.

بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ

Verse 3, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Tetapi mengapa manusia masih tetap mengingkari hari kebangkitan? Adakah itu karena mereka ingin terus melakukan perbuatan-perbuatan buruk sampai mati?

بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ

Verse 4, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Sambil mengingkari hari kiamat, ia bertanya, “Bilakah datangnya hari kiamat?”

يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ

Verse 5, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Maka tatkala mata terbelalak ketakutan dan bulan telah kehilangan cahayanya, sementara matahari dan bulan muncul bersamaan dari arah barat, ketika itulah manusia berkata, “Ke mana lagi kita dapat melarikan diri dari azab?”

فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ

Verse 6, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Maka tatkala mata terbelalak ketakutan dan bulan telah kehilangan cahayanya, sementara matahari dan bulan muncul bersamaan dari arah barat, ketika itulah manusia berkata, “Ke mana lagi kita dapat melarikan diri dari azab?”

وَخَسَفَ الْقَمَرُ

Verse 7, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Maka tatkala mata terbelalak ketakutan dan bulan telah kehilangan cahayanya, sementara matahari dan bulan muncul bersamaan dari arah barat, ketika itulah manusia berkata, “Ke mana lagi kita dapat melarikan diri dari azab?”

وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ

Verse 8, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Maka tatkala mata terbelalak ketakutan dan bulan telah kehilangan cahayanya, sementara matahari dan bulan muncul bersamaan dari arah barat, ketika itulah manusia berkata, “Ke mana lagi kita dapat melarikan diri dari azab?”

يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ

Verse 9, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Terjegallah kalian, wahai manusia, dari upaya mencari tempat pelarian dari azab. Tak ada tempat berlindung bagi kalian kecuali kepada Tuhanku semata yang akan memutuskan bagi para hamba-Nya: ke surga atau ke neraka.

كَلَّا لَا وَزَرَ

Verse 10, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Terjegallah kalian, wahai manusia, dari upaya mencari tempat pelarian dari azab. Tak ada tempat berlindung bagi kalian kecuali kepada Tuhanku semata yang akan memutuskan bagi para hamba-Nya: ke surga atau ke neraka.

إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ

Verse 11, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Pada hari ini, segala yang dikerjakan dan ditinggalkan oleh manusia akan dibeberkan.

يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ

Verse 12, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Bahkan manusia itu sendiri akan menjadi saksi yang jelas bagi semua yang dilakukan maupun yang ditinggalkannya. Kendati saat itu manusia berusaha melontarkan berbagai alasan, semua itu tidak akan dapat menyelamatkan dirinya.

يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ

Verse 13, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Bahkan manusia itu sendiri akan menjadi saksi yang jelas bagi semua yang dilakukan maupun yang ditinggalkannya. Kendati saat itu manusia berusaha melontarkan berbagai alasan, semua itu tidak akan dapat menyelamatkan dirinya.

يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ

Verse 14, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Saat wahyu diturunkan, hendaknya kamu, Muhammad, tidak menggerakkan lidahmu untuk membaca al-Qur’ân karena didorong oleh keinginan untuk cepat-cepat membaca dan menghafalnya. Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya dalam dadamu dan memantapkan bacaannya di lidahmu.

بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَىٰ نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ

Verse 15, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Saat wahyu diturunkan, hendaknya kamu, Muhammad, tidak menggerakkan lidahmu untuk membaca al-Qur’ân karena didorong oleh keinginan untuk cepat-cepat membaca dan menghafalnya. Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya dalam dadamu dan memantapkan bacaannya di lidahmu.

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ

Verse 16, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Apabila utusan Kami telah membacakan al-Qur’ân kepadamu, maka ikutilah bacaannya itu dengan menyimaknya terlebih dahulu. Lalu Kamilah yang akan menjelaskan jika di dalamnya kamu temui kesulitan.

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

Verse 17, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Apabila utusan Kami telah membacakan al-Qur’ân kepadamu, maka ikutilah bacaannya itu dengan menyimaknya terlebih dahulu. Lalu Kamilah yang akan menjelaskan jika di dalamnya kamu temui kesulitan.

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ

Verse 18, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Tertolaklah kalian karena telah mengingkari kebenaran hari kebangkitan. Bahkan kalian adalah orang-orang yang mencintai dunia dengan kegemerlapannya dan mengabaikan akhirat dengan segala kenikmatannya.

كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ

Verse 19, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Tertolaklah kalian karena telah mengingkari kebenaran hari kebangkitan. Bahkan kalian adalah orang-orang yang mencintai dunia dengan kegemerlapannya dan mengabaikan akhirat dengan segala kenikmatannya.

وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ

Verse 20, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Pada hari itu, wajah orang-orang Mukmin nampak berseri-seri melihat Tuhannya, tanpa ditentukan bagaimana cara melihat-Nya, dari arah mana dan dari jarak berapa.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ

Verse 21, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Pada hari itu, wajah orang-orang Mukmin nampak berseri-seri melihat Tuhannya, tanpa ditentukan bagaimana cara melihat-Nya, dari arah mana dan dari jarak berapa.

إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

Verse 22, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Pada hari itu pula, wajah orang-orang kafir nampak kusam karena teramat muram. Mereka telah menduga bahwa mereka akan ditimpakan suatu petaka yang amat dahsyat hingga membuat hancur tulang punggung-tulang punggung mereka.

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ

Verse 23, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Pada hari itu pula, wajah orang-orang kafir nampak kusam karena teramat muram. Mereka telah menduga bahwa mereka akan ditimpakan suatu petaka yang amat dahsyat hingga membuat hancur tulang punggung-tulang punggung mereka.

تَظُنُّ أَنْ يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ

Verse 24, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Terjegallah kalian dari cinta dunia yang akan kalian tinggalkan apabila ruh telah mencapai tulang kerongkongan. Mereka yang menyaksikan saling bertanya, “Adakah yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang dideritanya?” Orang yang tengah sekarat itu telah menduga bahwa apa yang dialaminya adalah perpisahan dengan dunia yang dicintainya. Rasa sakit pun semakin memuncak. Maka bertautlah betis dengan betis lainnya saat ruh dicabut. Hari itu, kepada Tuhanmulah para hamba akan digiring, baik ke surga maupun ke neraka.

كَلَّا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ

Verse 25, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Terjegallah kalian dari cinta dunia yang akan kalian tinggalkan apabila ruh telah mencapai tulang kerongkongan. Mereka yang menyaksikan saling bertanya, “Adakah yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang dideritanya?” Orang yang tengah sekarat itu telah menduga bahwa apa yang dialaminya adalah perpisahan dengan dunia yang dicintainya. Rasa sakit pun semakin memuncak. Maka bertautlah betis dengan betis lainnya saat ruh dicabut. Hari itu, kepada Tuhanmulah para hamba akan digiring, baik ke surga maupun ke neraka.

وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍ

Verse 26, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Terjegallah kalian dari cinta dunia yang akan kalian tinggalkan apabila ruh telah mencapai tulang kerongkongan. Mereka yang menyaksikan saling bertanya, “Adakah yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang dideritanya?” Orang yang tengah sekarat itu telah menduga bahwa apa yang dialaminya adalah perpisahan dengan dunia yang dicintainya. Rasa sakit pun semakin memuncak. Maka bertautlah betis dengan betis lainnya saat ruh dicabut. Hari itu, kepada Tuhanmulah para hamba akan digiring, baik ke surga maupun ke neraka.

وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ

Verse 27, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Terjegallah kalian dari cinta dunia yang akan kalian tinggalkan apabila ruh telah mencapai tulang kerongkongan. Mereka yang menyaksikan saling bertanya, “Adakah yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang dideritanya?” Orang yang tengah sekarat itu telah menduga bahwa apa yang dialaminya adalah perpisahan dengan dunia yang dicintainya. Rasa sakit pun semakin memuncak. Maka bertautlah betis dengan betis lainnya saat ruh dicabut. Hari itu, kepada Tuhanmulah para hamba akan digiring, baik ke surga maupun ke neraka.

وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ

Verse 28, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Terjegallah kalian dari cinta dunia yang akan kalian tinggalkan apabila ruh telah mencapai tulang kerongkongan. Mereka yang menyaksikan saling bertanya, “Adakah yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang dideritanya?” Orang yang tengah sekarat itu telah menduga bahwa apa yang dialaminya adalah perpisahan dengan dunia yang dicintainya. Rasa sakit pun semakin memuncak. Maka bertautlah betis dengan betis lainnya saat ruh dicabut. Hari itu, kepada Tuhanmulah para hamba akan digiring, baik ke surga maupun ke neraka.

إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ

Verse 29, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Manusia telah mengingkari hari kebangkitan. Dengan demikian ia berarti tidak mempercayai rasul dan al-Qur’ân. Ia pun tidak menunaikan kewajiban salat yang Allah tentukan. Tetapi dia telah mendustakan al-Qur’ân dan menolak untuk beriman. Kemudian ia menemui keluarganya dengan membentangkan punggung tanda kepongahan.

فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ

Verse 30, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Manusia telah mengingkari hari kebangkitan. Dengan demikian ia berarti tidak mempercayai rasul dan al-Qur’ân. Ia pun tidak menunaikan kewajiban salat yang Allah tentukan. Tetapi dia telah mendustakan al-Qur’ân dan menolak untuk beriman. Kemudian ia menemui keluarganya dengan membentangkan punggung tanda kepongahan.

وَلَٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

Verse 31, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Manusia telah mengingkari hari kebangkitan. Dengan demikian ia berarti tidak mempercayai rasul dan al-Qur’ân. Ia pun tidak menunaikan kewajiban salat yang Allah tentukan. Tetapi dia telah mendustakan al-Qur’ân dan menolak untuk beriman. Kemudian ia menemui keluarganya dengan membentangkan punggung tanda kepongahan.

ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰ أَهْلِهِ يَتَمَطَّىٰ

Verse 32, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Celaka, dan celakalah kamu, wahai pendusta! Lalu celaka, dan celakalah kamu selamanya!

أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰ

Verse 33, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Celaka, dan celakalah kamu, wahai pendusta! Lalu celaka, dan celakalah kamu selamanya!

ثُمَّ أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰ

Verse 34, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Apakah manusia yang mengingkari hari kebangkitan itu mengira akan dibiarkan begitu saja–hidup, mati dan selesai–tanpa mempertanggungjawabkan segala perbuatannya?

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

Verse 35, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Bukankah manusia berasal dari setetes air mani yang dikokohkan untuk dibentuk di dalam rahim, lalu menjadi ‘alaqah (segumpal darah kental) dan akhirnya diciptakan dan disempurnakan oleh Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya?

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَىٰ

Verse 36, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Bukankah manusia berasal dari setetes air mani yang dikokohkan untuk dibentuk di dalam rahim, lalu menjadi ‘alaqah (segumpal darah kental) dan akhirnya diciptakan dan disempurnakan oleh Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya?

ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ

Verse 37, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Lalu ia dijadikan berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan.

فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ

Verse 38, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Bukankah pencipta segala sesuatu dengan daya cipta yang mahahebat ini Mahakuasa untuk menghidupkan kembali semua yang telah mati setelah tulang belulang mereka dikumpulkan?

أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ

Verse 39, Surah 75 – Al-Qiyaama – سُورَةُ القِيَامَةِ

Sebelumnya74. Al-Muddassir (Orang Yang Berkemul) المدّثّر Sesudahnya76. Al-Insan (Manusia) الانسان

Berita Lainnya