SEKILAS INFO
  • 3 bulan yang lalu / Dalam menyambut Ramadan 1442 H, DKM Nursiah Daud Paloh mengadakan lomba Foto & Video, Lomba Ceramah Singkat, Lomba Adzan, Lomba Tilawah Quran
  • 4 bulan yang lalu / selamat datang di website NDP
WAKTU :

51. Az-Zariyat (Angin yang Menerbangkan) الذّٰريٰت

Terbit 16 March 2021 | Oleh : ndp | Kategori : Quran
51. Az-Zariyat (Angin yang Menerbangkan)     الذّٰريٰت

[[51 ~ ADZ-DZARIYAT (ANGIN YANG MENERBANGKAN) Pendahuluan: Makkiyyah, 60 ayat ~ Surat ini diawali dengan sumpah atas kebenaran peristiwa kebangkitan dan terjadinya pembalasan. Kemudian disusul dengan sumpah lain atas kerancuan apa yang dikatakan orang-orang kafir tentang Rasululah saw. dan al-Qur’ân. Setelah itu pembicaraan beralih kepada peringatan terhadap orang-orang kafir akan akibat buruk yang akan mereka terima di akhirat, gambaran atas apa yang akan diterima orang-orang bertakwa di sana sebagai balasan atas amal saleh yang mereka lakukan di dunia. Ayat-ayat Allah yang terdapat di alam raya dan diri manusia serta keunikan dan ketelitian yang terdapat pada keduanya juga disebutkan dalam surat ini untuk dijadikan bahan renungan. Surat ini juga menceritakan kisah Nabi Ibrâhîm bersama beberapa malaikat yang datang bertamu kepadanya memaparkan ihwal beberapa kaum dan kehancuran yang mereka derita akibat mendustakan rasul-rasul mereka. Di samping itu, disinggung secara singkat beberapa âyât kawniyyah (tanda kekuasaan Allah yang terdapat alam semesta), anjuran untuk bertobat kepada Allah dan peribadatan yang harus ditujukan kepada-Nya, sebab tujuan diciptakannya manusia dan jin adalah untuk berbadah. Sebagai khatimah, surat ini ditutup dengan peringatan terhadap orang-orang yang mendustakan Rasulullah saw. berupa azab seperti yang ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka.]] Aku bersumpah demi angin yang mendorong awan dengan sekuat-kuatnya, yang membawa gumpalan air yang berat, yang membawa air dengan mudah karena sudah ditundukkan oleh Allah dan dengan angin yang kemudian membagikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki oleh Allah.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالذَّارِيَاتِ ذَرْوًا

Verse 0, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

[[51 ~ ADZ-DZARIYAT (ANGIN YANG MENERBANGKAN) Pendahuluan: Makkiyyah, 60 ayat ~ Surat ini diawali dengan sumpah atas kebenaran peristiwa kebangkitan dan terjadinya pembalasan. Kemudian disusul dengan sumpah lain atas kerancuan apa yang dikatakan orang-orang kafir tentang Rasululah saw. dan al-Qur’ân. Setelah itu pembicaraan beralih kepada peringatan terhadap orang-orang kafir akan akibat buruk yang akan mereka terima di akhirat, gambaran atas apa yang akan diterima orang-orang bertakwa di sana sebagai balasan atas amal saleh yang mereka lakukan di dunia. Ayat-ayat Allah yang terdapat di alam raya dan diri manusia serta keunikan dan ketelitian yang terdapat pada keduanya juga disebutkan dalam surat ini untuk dijadikan bahan renungan. Surat ini juga menceritakan kisah Nabi Ibrâhîm bersama beberapa malaikat yang datang bertamu kepadanya memaparkan ihwal beberapa kaum dan kehancuran yang mereka derita akibat mendustakan rasul-rasul mereka. Di samping itu, disinggung secara singkat beberapa âyât kawniyyah (tanda kekuasaan Allah yang terdapat alam semesta), anjuran untuk bertobat kepada Allah dan peribadatan yang harus ditujukan kepada-Nya, sebab tujuan diciptakannya manusia dan jin adalah untuk berbadah. Sebagai khatimah, surat ini ditutup dengan peringatan terhadap orang-orang yang mendustakan Rasulullah saw. berupa azab seperti yang ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka.]] Aku bersumpah demi angin yang mendorong awan dengan sekuat-kuatnya, yang membawa gumpalan air yang berat, yang membawa air dengan mudah karena sudah ditundukkan oleh Allah dan dengan angin yang kemudian membagikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki oleh Allah.

فَالْحَامِلَاتِ وِقْرًا

Verse 1, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

[[51 ~ ADZ-DZARIYAT (ANGIN YANG MENERBANGKAN) Pendahuluan: Makkiyyah, 60 ayat ~ Surat ini diawali dengan sumpah atas kebenaran peristiwa kebangkitan dan terjadinya pembalasan. Kemudian disusul dengan sumpah lain atas kerancuan apa yang dikatakan orang-orang kafir tentang Rasululah saw. dan al-Qur’ân. Setelah itu pembicaraan beralih kepada peringatan terhadap orang-orang kafir akan akibat buruk yang akan mereka terima di akhirat, gambaran atas apa yang akan diterima orang-orang bertakwa di sana sebagai balasan atas amal saleh yang mereka lakukan di dunia. Ayat-ayat Allah yang terdapat di alam raya dan diri manusia serta keunikan dan ketelitian yang terdapat pada keduanya juga disebutkan dalam surat ini untuk dijadikan bahan renungan. Surat ini juga menceritakan kisah Nabi Ibrâhîm bersama beberapa malaikat yang datang bertamu kepadanya memaparkan ihwal beberapa kaum dan kehancuran yang mereka derita akibat mendustakan rasul-rasul mereka. Di samping itu, disinggung secara singkat beberapa âyât kawniyyah (tanda kekuasaan Allah yang terdapat alam semesta), anjuran untuk bertobat kepada Allah dan peribadatan yang harus ditujukan kepada-Nya, sebab tujuan diciptakannya manusia dan jin adalah untuk berbadah. Sebagai khatimah, surat ini ditutup dengan peringatan terhadap orang-orang yang mendustakan Rasulullah saw. berupa azab seperti yang ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka.]] Aku bersumpah demi angin yang mendorong awan dengan sekuat-kuatnya, yang membawa gumpalan air yang berat, yang membawa air dengan mudah karena sudah ditundukkan oleh Allah dan dengan angin yang kemudian membagikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki oleh Allah.

فَالْجَارِيَاتِ يُسْرًا

Verse 2, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

[[51 ~ ADZ-DZARIYAT (ANGIN YANG MENERBANGKAN) Pendahuluan: Makkiyyah, 60 ayat ~ Surat ini diawali dengan sumpah atas kebenaran peristiwa kebangkitan dan terjadinya pembalasan. Kemudian disusul dengan sumpah lain atas kerancuan apa yang dikatakan orang-orang kafir tentang Rasululah saw. dan al-Qur’ân. Setelah itu pembicaraan beralih kepada peringatan terhadap orang-orang kafir akan akibat buruk yang akan mereka terima di akhirat, gambaran atas apa yang akan diterima orang-orang bertakwa di sana sebagai balasan atas amal saleh yang mereka lakukan di dunia. Ayat-ayat Allah yang terdapat di alam raya dan diri manusia serta keunikan dan ketelitian yang terdapat pada keduanya juga disebutkan dalam surat ini untuk dijadikan bahan renungan. Surat ini juga menceritakan kisah Nabi Ibrâhîm bersama beberapa malaikat yang datang bertamu kepadanya memaparkan ihwal beberapa kaum dan kehancuran yang mereka derita akibat mendustakan rasul-rasul mereka. Di samping itu, disinggung secara singkat beberapa âyât kawniyyah (tanda kekuasaan Allah yang terdapat alam semesta), anjuran untuk bertobat kepada Allah dan peribadatan yang harus ditujukan kepada-Nya, sebab tujuan diciptakannya manusia dan jin adalah untuk berbadah. Sebagai khatimah, surat ini ditutup dengan peringatan terhadap orang-orang yang mendustakan Rasulullah saw. berupa azab seperti yang ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka.]] Aku bersumpah demi angin yang mendorong awan dengan sekuat-kuatnya, yang membawa gumpalan air yang berat, yang membawa air dengan mudah karena sudah ditundukkan oleh Allah dan dengan angin yang kemudian membagikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki oleh Allah.

فَالْمُقَسِّمَاتِ أَمْرًا

Verse 3, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Sesungguhnya kebangkitan dan lainnya yang telah dijanjikan kepada kalian adalah benar-benar terjadi. Demikian pula balasan atas semua perbuatan kalian pasti akan terjadi.

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ

Verse 4, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Sesungguhnya kebangkitan dan lainnya yang telah dijanjikan kepada kalian adalah benar-benar terjadi. Demikian pula balasan atas semua perbuatan kalian pasti akan terjadi.

وَإِنَّ الدِّينَ لَوَاقِعٌ

Verse 5, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Aku bersumpah demi langit yang memiliki celah-celah yang teratur, bahwa apa yang kalian katakan itu rancu.

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ

Verse 6, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Aku bersumpah demi langit yang memiliki celah-celah yang teratur, bahwa apa yang kalian katakan itu rancu.

إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ

Verse 7, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Orang yang dipalingkan dari keimanan terhadap janji yang benar dan pembalasan yang terjadi selalu berpaling darinya karena lebih mengedepankan hawa nafsu daripada akalnya.

يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ

Verse 8, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Binasalah para pendusta yang berbicara tentang keadaan hari kiamat dengan sangkaan dan khayalan yang tenggelam dalam kebodohan dan lalai terhadap bukti-bukti keimanan.

قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ

Verse 9, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Binasalah para pendusta yang berbicara tentang keadaan hari kiamat dengan sangkaan dan khayalan yang tenggelam dalam kebodohan dan lalai terhadap bukti-bukti keimanan.

الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ

Verse 10, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Dengan maksud mengejek dan menafikan kemungkinan terjadinya, mereka bertanya, “Kapankah hari pembalasan itu terjadi?”

يَسْأَلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ

Verse 11, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Pada saat mereka dihadapkan ke neraka, mereka disiksa dengan sengatan apinya.

يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ

Verse 12, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Ketika itu dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah siksaan kalian ini! Inilah yang dahulu, ketika di dunia, pernah kalian minta disegerakan.”

ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ

Verse 13, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Sesungguhnya orang-orang yang taat dan takut kepada Allah akan memperoleh kenikmatan di taman- taman surga dan mata air-mata air yang tak bisa terbayangkan,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Verse 14, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

sambil menerima pahala dan kemuliaan yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka. Sebelum itu, ketika di dunia, mereka itu adalah orang-orang yang baik dalam melaksanakan apa yang diminta dari mereka.

آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ

Verse 15, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Mereka selalu tidur sedikit di waktu malam dan sering bangun malam untuk beribadah. Dan pada akhir malam mereka selalu meminta ampunan Tuhan.

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

Verse 16, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Mereka selalu tidur sedikit di waktu malam dan sering bangun malam untuk beribadah. Dan pada akhir malam mereka selalu meminta ampunan Tuhan.

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Verse 17, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Di dalam harta mereka terdapat hak orang-orang yang memerlukan, baik yang meminta maupun yang tidak.

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Verse 18, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Di bumi ini terdapat banyak bukti jelas yang dapat menghantarkan kepada keyakinan bagi orang yang mau menempuhnya.

وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ

Verse 19, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Di dalam diri kalian juga terdapat bukti-bukti kekuasaan Allah yang sangat jelas. Apakah kalian melalaikannya sehingga tidak memperhatikan?

وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Verse 20, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Dan di langit terdapat rezeki kalian dan ketentuan yang telah dijanjikan kepada kalian.

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

Verse 21, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Maka, demi langit dan bumi, aku bersumpah bahwa sesungguhnya semua yang kalian ingkari seperti terjadinya kebangkitan, pembalasan, pemberian siksa kepada orang-orang yang mendustakan dan pahala untuk orang-orang yang bertakwa benar-benar akan terjadi seperti halnya omongan yang tidak diragukan terjadinya dari kalian itu.

فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ

Verse 22, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Tahukah kamu tentang kisah para malaikat yang menjadi tamu terhormat Nabi Ibrâhîm. Ketika masuk, para malaikat itu mengucapkan, “Salam sejahtera.” Ibrâhîm pun menjawab, “Salam sejahtera. Kalian adalah orang-orang yang tak dikenal.”

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ

Verse 23, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Tahukah kamu tentang kisah para malaikat yang menjadi tamu terhormat Nabi Ibrâhîm. Ketika masuk, para malaikat itu mengucapkan, “Salam sejahtera.” Ibrâhîm pun menjawab, “Salam sejahtera. Kalian adalah orang-orang yang tak dikenal.”

إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ

Verse 24, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Ibrâhîm pergi menemui isterinya dengan diam-diam. Kemudian ia datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk. Daging itu pun didekatkan kepada mereka. Tetapi mereka tidak memakannya. Dengan nada menolak sikap mereka, Ibrâhîm berkata, “Silahkan kalian makan?”

فَرَاغَ إِلَىٰ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ

Verse 25, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Ibrâhîm pergi menemui isterinya dengan diam-diam. Kemudian ia datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk. Daging itu pun didekatkan kepada mereka. Tetapi mereka tidak memakannya. Dengan nada menolak sikap mereka, Ibrâhîm berkata, “Silahkan kalian makan?”

فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

Verse 26, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Lalu, di dalam dirinya, ia merasa takut dengan mereka. Para malaikat itu pun berkata, “Jangan takut!” Mereka pun lalu memberikan kabar gembira kepadanya berupa kedatangan seorang anak yang sangat cerdas.

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖ قَالُوا لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

Verse 27, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Ketika mendengar berita gembira itu, istrinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri karena tercengang dan heran seraya berkata, “Aku adalah seorang perempuan tua yang mandul, bagaimana mungkin dapat melahirkan?”

فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ

Verse 28, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Mereka berkata, “Begitulah ketentuan Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Mahabijaksana dalam menentukan segala sesuatu, lagi Maha Mengetahui.”

قَالُوا كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ

Verse 29, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Ibrâhîm berkata, “Apakah urusan kalian, setelah berita gembira ini, wahai para utusan?”

۞ قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ

Verse 30, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada suatu kaum yang keterlaluan dalam berbuat maksiat untuk melempar mereka dengan bebatuan yang hanya diketahui bentuknya oleh Allah. Bebatuan tersebut diberi tanda khusus dari Tuhanmu untuk orang-orang yang melampaui batas dalam kejahatan.”

قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ

Verse 31, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada suatu kaum yang keterlaluan dalam berbuat maksiat untuk melempar mereka dengan bebatuan yang hanya diketahui bentuknya oleh Allah. Bebatuan tersebut diberi tanda khusus dari Tuhanmu untuk orang-orang yang melampaui batas dalam kejahatan.”

لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ طِينٍ

Verse 32, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada suatu kaum yang keterlaluan dalam berbuat maksiat untuk melempar mereka dengan bebatuan yang hanya diketahui bentuknya oleh Allah. Bebatuan tersebut diberi tanda khusus dari Tuhanmu untuk orang-orang yang melampaui batas dalam kejahatan.”

مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ

Verse 33, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Kami memutuskan untuk mengeluarkan orang-orang Mukmin yang ada di negeri itu hingga tidak Kami dapati di situ kecuali penghuni sebuah rumah yang berserah diri.

فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Verse 34, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Kami memutuskan untuk mengeluarkan orang-orang Mukmin yang ada di negeri itu hingga tidak Kami dapati di situ kecuali penghuni sebuah rumah yang berserah diri.

فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Verse 35, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Kami tinggalkan di negeri itu tanda kehancuran penduduknya agar orang-orang yang takut akan siksa pedih dapat menjadikannya pelajaran.

وَتَرَكْنَا فِيهَا آيَةً لِلَّذِينَ يَخَافُونَ الْعَذَابَ الْأَلِيمَ

Verse 36, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Dalam kisah Nabi Mýûsâ juga terdapat pelajaran. Yaitu ketika Kami mengutusnya dengan didukung oleh bukti yang jelas.

وَفِي مُوسَىٰ إِذْ أَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

Verse 37, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Karena merasa kuat, Fir’aun tidak percaya kepada Mûsâ. Fir’aun berkata, “Dia adalah seorang penyair dan gila.”

فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِ وَقَالَ سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ

Verse 38, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Maka Kami menyiksa Fir’aun dan orang-orang yang ia banggakan. Mereka Kami campakkan ke laut dalam keadaan kafir dan sombong yang tercela.

فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٌ

Verse 39, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Dalam kisah kaum ‘Ad juga terdapat pelajaran. Yaitu ketika Kami mengirimkan angin yang tidak membawa kebaikan kepada mereka.

وَفِي عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ

Verse 40, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Angin itu tidak membiarkan suatu pun yang diterpanya melainkan dijadikannya seperti tulang yang hancur.

مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلَّا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيمِ

Verse 41, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Dan dalam kisah kaum Tsamûd juga terdapat tanda kekuasaan Allah. Yaitu ketika dikatakan kepada mereka, “Bersenang-senanglah di negeri kalian sampai waktu yang ditentukan.” Mereka enggan dan berlaku angkuh, tidak memenuhi perintah Tuhan. Maka mereka disambar petir sampai binasa. Mereka menyaksikan sendiri peristiwa itu terjadi pada mereka.

وَفِي ثَمُودَ إِذْ قِيلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوا حَتَّىٰ حِينٍ

Verse 42, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Dan dalam kisah kaum Tsamûd juga terdapat tanda kekuasaan Allah. Yaitu ketika dikatakan kepada mereka, “Bersenang-senanglah di negeri kalian sampai waktu yang ditentukan.” Mereka enggan dan berlaku angkuh, tidak memenuhi perintah Tuhan. Maka mereka disambar petir sampai binasa. Mereka menyaksikan sendiri peristiwa itu terjadi pada mereka.

فَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ وَهُمْ يَنْظُرُونَ

Verse 43, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Sekali-kali mereka tidak dapat bangun dan tidak pula berhasil menolak azab.

فَمَا اسْتَطَاعُوا مِنْ قِيَامٍ وَمَا كَانُوا مُنْتَصِرِينَ

Verse 44, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Sebelum mereka, kaum Nabi Nûh juga telah Kami binasakan. Mereka adalah kaum yang benar-benar tidak taat kepada Allah.

وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ

Verse 45, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Langit itu Kami kokohkan dengan kekuatan Kami. Sesungguhnya Kami mampu menjadikannya lebih dari itu. (1) Dan bumi itu Kami bentangkan. Maka sebaik-baik yang mempersiapkannya untuk tempat tinggal adalah Kami. (1) Ayat ini mengisyaratkan beberapa rahasia ilmiah. Di antaranya, bahwa Allah Swt. menciptakan alam yang luas ini dengan kekuasaan-Nya. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Kata samâ’ (langit) pada ayat tersebut dimaksudkan sebagai segala sesuatu yang ada di atas dan menaungi. Maka, segala sesuatu yang ada di sekitar benda-benada langit seperti planet, bintang, tata surya dan galaksi juga disebut langit. Bagian alam raya yang terlihat ini amatlah luas, tak terbayangkan dan tak terbatas, sebab jaraknya bisa mencapai jutaan tahun cahaya. Menurut ilmu pengetahuan modern, satu tahun cahaya berarti jarak yang dilalui cahaya dengan kecepatan 300. 000 km per detik. Frase “Wa Innâ Lamûsi’ûn” (‘dan Kami meluaskannya’) menunjukkan hal itu. Artinya, Kami meluaskan alam tersebut dengan sebegitu luasnya sejak diciptakan. Ayat tersebut juga menunjukkan bahwa meluasnya alam terus berlangsung sepanjang masa. Ini juga telah ditemukan dalam ilmu pengetahuan modern yang dikenal dengan teori ekspansi. Menurut teori tersebut, nebula di luar galaksi tempat kita tinggal menjauh dari kita dengan kecepatan yang berbeda-beda. Bahkan benda-benda langit dalam satu galaksi pun saling menjauh satu sama lainnya.

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

Verse 46, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Langit itu Kami kokohkan dengan kekuatan Kami. Sesungguhnya Kami mampu menjadikannya lebih dari itu. (1) Dan bumi itu Kami bentangkan. Maka sebaik-baik yang mempersiapkannya untuk tempat tinggal adalah Kami. (1) Ayat ini mengisyaratkan beberapa rahasia ilmiah. Di antaranya, bahwa Allah Swt. menciptakan alam yang luas ini dengan kekuasaan-Nya. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Kata samâ’ (langit) pada ayat tersebut dimaksudkan sebagai segala sesuatu yang ada di atas dan menaungi. Maka, segala sesuatu yang ada di sekitar benda-benada langit seperti planet, bintang, tata surya dan galaksi juga disebut langit. Bagian alam raya yang terlihat ini amatlah luas, tak terbayangkan dan tak terbatas, sebab jaraknya bisa mencapai jutaan tahun cahaya. Menurut ilmu pengetahuan modern, satu tahun cahaya berarti jarak yang dilalui cahaya dengan kecepatan 300. 000 km per detik. Frase “Wa Innâ Lamûsi’ûn” (‘dan Kami meluaskannya’) menunjukkan hal itu. Artinya, Kami meluaskan alam tersebut dengan sebegitu luasnya sejak diciptakan. Ayat tersebut juga menunjukkan bahwa meluasnya alam terus berlangsung sepanjang masa. Ini juga telah ditemukan dalam ilmu pengetahuan modern yang dikenal dengan teori ekspansi. Menurut teori tersebut, nebula di luar galaksi tempat kita tinggal menjauh dari kita dengan kecepatan yang berbeda-beda. Bahkan benda-benda langit dalam satu galaksi pun saling menjauh satu sama lainnya.

وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ

Verse 47, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Segala sesuatu Kami ciptakan dua jenis yang berpasang-pasangan agar kalian ingat sehingga percaya kepada kekuasaan Kami.

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Verse 48, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Maka bersegeralah taat kepada Allah. Jangan kalian jadikan tuhan yang lain bersama Allah. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah sebagai pemberi peringatan yang jelas tentang akibat syirik.

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

Verse 49, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Maka bersegeralah taat kepada Allah. Jangan kalian jadikan tuhan yang lain bersama Allah. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah sebagai pemberi peringatan yang jelas tentang akibat syirik.

وَلَا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

Verse 50, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Begitulah sikap umat-umat tersebut terhadap para rasul mereka. Setiap datang seorang rasul kepada orang-orang yang datang sebelum kaummu, mereka mengatakan, “Ia adalah seorang ahli sihir atau orang gila.”

كَذَٰلِكَ مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ

Verse 51, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Apakah mereka saling berpesan satu sama lainnya tentang ucapan tersebut sehingga menghujat rasul? Sebenarnya, mereka adalah kaum yang melampaui batas hingga melakukan hal itu.

أَتَوَاصَوْا بِهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ

Verse 52, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Maka berpalinglah dari orang-orang yang durhaka itu. Kamu tidak bersalah karena mereka tidak memenuhi seruanmu.

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَا أَنْتَ بِمَلُومٍ

Verse 53, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Dan tetaplah selalu memberi peringatan. Sebab peringatan itu dapat menambah penglihatan dan keyakinan orang-orang Mukmin.

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

Verse 54, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia untuk suatu manfaat yang kembali kepada-Ku, tetapi mereka Aku ciptakan untuk beribadah kepada-Ku. Dan ibadah itu sangat bermanfaat untuk mereka sendiri.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Verse 55, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Aku tidak menginginkan rezeki dari mereka. Sebab Aku tidak membutuhkan bantuan makhluk. Demikian pula, Aku tidak ingin mereka memberi-Ku makan. Sebab Aku selalu memberi makan, tidak diberi makan.

مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ

Verse 56, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Sesungguhnya hanya Allah semata yang menanggung rezeki hamba-hamba-Nya. Dia mempunyai kekuatan, lagi sangat kokoh yang tidak terkalahkan.

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Verse 57, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Sesungguhnya orang-orang yang menzalimi diri mereka dengan bersikap kafir dan berdusta akan mendapat bagian berupa siksa seperti yang dirasakan oleh umat-umat terdahulu. Maka hendaknya mereka tidak meminta Aku menyegerakan siksa tersebut sebelum waktunya.

فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذَنُوبًا مِثْلَ ذَنُوبِ أَصْحَابِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُونِ

Verse 58, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Maka kebinasaanlah bagi orang-orang kafir pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka karena terdapat banyak siksa dan kepedihan.

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ يَوْمِهِمُ الَّذِي يُوعَدُونَ

Verse 59, Surah 51 – Adh-Dhaariyat – سُورَةُ الذَّارِيَاتِ

Sebelumnya50. Qaf (Qaf) ق Sesudahnya52. At-Tur (Bukit Tursina) الطور

Berita Lainnya