SEKILAS INFO
  • 3 bulan yang lalu / Dalam menyambut Ramadan 1442 H, DKM Nursiah Daud Paloh mengadakan lomba Foto & Video, Lomba Ceramah Singkat, Lomba Adzan, Lomba Tilawah Quran
  • 4 bulan yang lalu / selamat datang di website NDP
WAKTU :

78. An-Naba’ (Berita Besar) النبأ

Terbit 16 March 2021 | Oleh : ndp | Kategori : Quran
78. An-Naba' (Berita Besar)  النبأ

[[78 ~ AN-NABA’ (BERITA BESAR) Pendahuluan: Makkiyyah, 40 ayat ~ Dalam surat ini ditegaskan kebenaran hari kebangkitan dan mengecam orang-orang yang menyangsikannya. Lalu disebutkan beberapa bukti kemungkinan terjadinya dari berbagai fenomena kekuasaan Tuhan. Ditegaskanlah kepastian terjadinya hari kebangkitan itu dan disebutkan pula beberapa tanda-tandanya. Kemudian dibicarakan pula mengenai nasib orang-orang yang berbuat jahat dan orang-orang yang bertakwa. Surat ini kemudian ditutup dengan peringatan dan ancaman akan datangnya hari yang menakutkan ini.]] Tentang apakah orang-orang yang ingkar itu saling bertanya?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ

Verse 0, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Tentang berita besar. Berita tentang hari kebangkitan yang acapkali mereka perselisihkan–dari yang meragukan sampai yang mengingkari kebenarannya.

عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ

Verse 1, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Tentang berita besar. Berita tentang hari kebangkitan yang acapkali mereka perselisihkan–dari yang meragukan sampai yang mengingkari kebenarannya.

الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

Verse 2, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Celakalah mereka dengan pertanyaan seperti ini! Kelak mereka akan mengetahui kebenarannya tatkala mereka saksikan sendiri hari kebangkitan itu benar-benar terjadi.

كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

Verse 3, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Lalu celakalah mereka! Kelak mereka akan mengetahui tatkala ancaman itu mereka alami.

ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

Verse 4, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Bukankah mereka telah menyaksikan bukti-bukti kekuasaan Kami? Sesungguhnya Kami menjadikan bumi terhampar sehingga dapat didiami dan ditelusuri segala penjurunya.

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

Verse 5, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Kami menjadikan gunung-gunung sebagai pasak untuk menguatkan bumi. (1). (1) Lapisan padat kerak bumi dapat mencapai ketebalan sekitar 60 kilometer. Lapisan itu dapat meninggi, sehingga membentuk gunung-gunung, atau menurun menjadi dasar lautan dan samudera. Keadaan seperti ini menimbulkan keseimbangan akibat tekanan yang dihasilkan oleh gunung-gunung tersebut. Keseimbangan ini tidak mengalami kerusakan kecuali jika gunung-gunung tersebut musnah. Lapisan kerak bumi yang basah akan dikuatkan oleh gunung-gunung, persis seperti pasak menguatkan kemah (lihat tafsir ayat 7 surat Qâf).

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

Verse 6, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan.

وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا

Verse 7, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Kami menjadikan tidur kalian untuk beristirahat dari keletihan berusaha(1). (1) Tidur adalah berhentinya atau berkurangnya kegiatan saraf otak manusia. Dari itulah, ketika tidur energi dan panas badan menurun. Pada waktu tidur, tubuh merasa tenang dan rileks setelah otot atau saraf atau dua-duanya letih bekerja. Semua kegiatan tubuh menurun di waktu tidur, kecuali proses metabolisme, aliran air seni dari ginjal dan keringat. Proses-proses tersebut, jika berhenti, justru akan membahayakan manusia. Sedangkan pernapasan agak berkurang intensitasnya, tapi lebih panjang dan lebih banyak keluar dari dada ketimbang dari perut. Jantung pun akan berdetak lebih lambat sehingga aliran darah menjadi lebih sedikit. Otot-otot yang kejang akan mengendur sehingga mengakibatkan kesulitan bagi seseorang yang tengah tidur untuk melakukan perlawanan. Semua hal itu menyebabkan tidur sebagai waktu istirahat yang paling baik bagi manusia, sebagaimana dikatakan ayat ini.

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

Verse 8, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Kami menjadikan malam untuk menutupi kalian dengan kegelapannya.

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

Verse 9, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Kami menjadikan siang sebagai waktu berusaha agar kalian dapat memenuhi kebutuhan hidup yang kalian perlukan.

وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

Verse 10, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Kami membangun di atas kalian tujuh langit yang kokoh dan mantap.

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

Verse 11, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Kami menjadikan matahari yang bercahaya dan menghasilkan panas(1). (1) Maksud frase sirâjan wahhâjan (‘pelita yang sangat terang’) di sini adalah matahari. Sebagaimana dibuktikan oleh penemuan ilmiah, panas permukaan matahari mencapai 6. 000 derajat. Sedangkan panas pusat matahari mencapai 30 juta derajat disebabkan oleh materi-materi bertekanan tinggi yang ada pada matahari. Sinar matahari menghasilkan energi sebagai berikut: ultraviolet 9%, cahaya 46%, dan inframerah 45%. Dari itulah ayat suci ini menyebut matahari sebagai pelita (sirâj) karena mengandung cahaya dan panas secara bersamaan.

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

Verse 12, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Dan Kami menurunkan dari awan–di saat hujan–air yang tercurah dengan deras(1). (1) Hujan adalah sumber air tawar satu-satunya bagi bumi. Sebenarnya, hujan merupakan hasil kumpulan uap-uap air lautan dan samudera yang membentuk awan dan kemudian berubah–setelah semakin membesar–menjadi tetesan-tetesan air atau salju atau kedua-duanya. Uap-uap air yang terkumpul tadi akan tercurah dalam bentuk hujan atau embun.

وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا

Verse 13, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Agar, dengan air itu, Kami mengeluarkan biji-bijian serta tumbuh-tumbuhan sebagai bahan makanan untuk manusia dan hewan.

لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا

Verse 14, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Juga kebun-kebun yang dipenuhi oleh pepohonan lebat yang dahan-dahannya saling berkelindan.

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا

Verse 15, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Sesungguhnya hari penentuan bagi semua makhluk adalah waktu yang telah ditetapkan untuk kebangkitan.

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا

Verse 16, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Pada hari ketika sangkakala ditiup sebagai pertanda hari kebangkitan. Ketika itulah kelompok demi kelompok berbondong-berbondong menuju padang mahsyar.

يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا

Verse 17, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Langit pun terbelah dari segala arah membentuk pintu-pintu.

وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا

Verse 18, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Dan gunung-gunung dijalankan setelah dicabut dan diporak-porandakan dari tempatnya. Kamu melihatnya sebagai gunung padahal ia telah menjadi kumpulan debu, persis seperti fatamorgana yang kamu sangka air padahal bukan.

وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا

Verse 19, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Sesungguhnya neraka jahanam merupakan tempat para penjaga neraka yang mengintai dan mengawasi para penghuninya.

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا

Verse 20, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Sebagai tempat kembali dan kediaman orang-orang yang melanggar batas-batas Allah.

لِلطَّاغِينَ مَآبًا

Verse 21, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya.

لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا

Verse 22, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Mereka tidak merasakan udara segar untuk sekadar bernapas dari sengatan panas neraka. Mereka pun tidak mendapatkan minuman untuk melepaskan dahaga.

لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا

Verse 23, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Akan tetapi mereka akan merasakan air mendidih yang sangat panas dan nanah-nanah yang mengalir dari kulit penghuni neraka.

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

Verse 24, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Itulah balasan setimpal dari perbuatan-perbuatan buruk mereka.

جَزَاءً وِفَاقًا

Verse 25, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Sesungguhnya dahulu mereka tidak memperkirakan datangnya saat perhitungan itu, sehingga mereka tidak berusaha menyelamatkan diri dari perhitungan.

إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا

Verse 26, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Mereka pun, sungguh, telah mendustakan ayat-ayat Allah yang membuktikan kebenaran hari kebangkitan yang dahsyat.

وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا

Verse 27, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Dan segala sesuatu Kami telah catat secara tertulis.

وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا

Verse 28, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Maka rasakanlah! Kalian tidak mendapatkan dari Kami kecuali semakin bertambahnya azab yang pedih.

فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

Verse 29, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kepada Allah akan mendapatkan keselamatan dari siksa neraka dan masuk ke dalam surga,

فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

Verse 30, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

kebun-kebun yang dipenuhi buah-buahan dan anggur-anggur yang lezat,

حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا

Verse 31, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

dan gadis-gadis montok serta dara-dara yang sebaya,

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا

Verse 32, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

dan gelas-gelas yang terisi dan sangat bersih.

وَكَأْسًا دِهَاقًا

Verse 33, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Di dalam surga, mereka tidak mendengarkan perkataan yang tidak berguna dan ucapan kotor.

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا

Verse 34, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Sebagai balasan yang besar dari Tuhanmu, karena karunia dan kebaikan-Nya.

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا

Verse 35, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang rahmat-Nya sangat luas, mencakup segala sesuatu. Tak seorang pun yang berhak mengajak-Nya berbicara.

رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا

Verse 36, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Pada hari ketika Jibril dan para malaikat berbaris dengan khusyuk. Tak satu pun di antara mereka yang berbicara, kecuali malaikat yang dizinkan oleh Sang Maha Penyayang untuk berbicara secara benar.

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا

Verse 37, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Itulah hari yang tidak diragukan lagi kebenarannya. Maka barangsiapa yang berkehendak, niscaya ia akan menempuh jalan kembali yang mulia kepada Tuhannya dengan beriman dan melakukan amal saleh.

وَكَأْسًا دِهَاقًا

Verse 38, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepada kalian mengenai siksa yang kedatangannya telah dekat. Pada hari itu setiap orang dapat melihat apa yang dilakukan oleh kedua tangannya. Dengan mengharap keselamatan, orang kafir akan berkata, “Alangkah baiknya jika, setelah kematianku, aku tetap menjadi tanah sehingga aku tidak dibangkitkan dan diminta pertanggungjawaban.”

إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

Verse 39, Surah 78 – An-Naba – سُورَةُ النَّبَإِ

Sebelumnya77. Al-Mursalat (Malaikat Yang Diutus) المرسلٰت Sesudahnya79. An-Nazi'at (Malaikat Yang Mencabut) النّٰزعٰت

Berita Lainnya