ANCAMAN BAGI YANG TIDAK MEMBAGI WARISAN SESUAI KETENTUAN ALLAH

ANCAMAN BAGI YANG TIDAK MEMBAGI WARISAN SESUAI KETENTUAN ALLAH
Nov07

ANCAMAN BAGI YANG TIDAK MEMBAGI WARISAN SESUAI KETENTUAN ALLAH

Tafsir Abu Zubair dibaca 117 pembaca

ANCAMAN BAGI YANG TIDAK MEMBAGI WARISAN SESUAI KETENTUAN ALLAH

Allah Ta'ala berfirman :
 
تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدْخِلْهُ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدْخِلْهُ نَارًا خَٰلِدًا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٌ مُّهِينٌ 
 
"(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan." (QS.An Nisa : 13-14)
 
Allah Ta'ala meletakkan kedua ayat di atas setelah menjelaskan hukum-hukum waris di ayat 11 dan 12.
Dan itulah janji Allah bagi yang mentaati-Nya Allah akan masukkan ke dalam surga dan mereka kekal di dalamnya.
Sebaliknya, bagi yang tidak mentaati hukum Allah, dalam hal ini hukum waris, maka Allah pun mengancam dengan siksa yang berat, yaitu kekal di neraka.
Al Hafizh Ibnu Katsir menjelaskan tentang ayat ini :
 
*"Dikatakan demikian karena hal tersebut berarti mengubah hukum yang telah ditentukan oleh Allah dan menentang Allah dalam hukum-Nya. Sikap seperti itu tiada lain hanyalah timbul dari orang yang merasa tidak puas dengan apa yang telah dibagikan dan ditetapkan Allah untuknya. Karena itu, Allah membalasnya dengan penghinaan dalam siksa yang sangat pedih lagi terus-menerus.*"(Tafsir Ibnu Katsir)
 
Maka pantaskah kita mencari hukum waris selain hukum yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya?
 
Abu Zubair 
 
masjidnursiahdaudpaloh.com

SHARE VIA

Twitter

Penulis: Abu Zubair

Abu Zubair

Profile